Free Web Hosting | free host | Free Web Space | BlueHost Review
 

KONSEP WARTEG

kembali ke Lobby

 

 

KONSEP BENTUK

Kata warteg akan mengingatkan masyarakat Indonesia kepada warung tegal yang mudah ditemui, murah harganya dan nikmat rasanya. Sebenarnya yang menjadi fokus identitas forum ini ialah kata warung yang menggambarkan:

·    Bisa dikunjungi oleh berbagai kalangan dengan berbagai status

dan kemampuan.

·   Mudah dijangkau dan tanpa banyak peraturan yang mengikat,

 bisa makan/minum sambil berbincang, tidak terikat waktu datang

dan waktu pergi.

·    Pengunjung dengan mudah bisa saling berinteraksi ngobrol

tentang kehidupan aktual tentang  kesehariannya,  keluarga,

desa, negara sampai dunia akhirat, dengan siapapun yang sedang

berada di warung.

Berangkat dari idea yang terbentuk (lihat sejarah warteg), maka nama warung adalah yang paling pas untuk dapat mewujudkan maksud awal pendiriannya, yaitu:

·  Terbuka, bagi semua lapisan jemaat, bagi semua denominasi

·     Mudah dijangkau, tidak memusingkan datang terlambat dan

pulang cepat

·  Aktual, selalu mengedepankan topik perbincangan yang sedang

hangat terjadi dalam masyarakat ber-jemaat maupun masyarakat

luas.

Konsep warung juga dimaksudkan sebagai wadah swadaya di banyak jemaat dan dalam skala kecil saja, namun tersebar di mana-mana dengan menu yang mirip-mirip, sehingga diharapkan dapat membentuk benang merah antar banyak jemaat, sehingga memungkinkan terbentuknya link-link yang menyatukan kebersamaan sebagai anak-anak Tuhan dalam Kristus yang tumbuh dari bawah (grass root) ke atas. 

Bentuk dalam skala kecil, merupakan juga wadah yang efektip dan efisien, baik dari  segi penyelenggaraan, maupun dari segi pendanaan. Untuk mencapai ini, maka dibentuklah ruang pertemuan dengan susunan meja berbentuk bujur sangkar dengan kapasitas duduk setiap sisinya untuk 4 orang saja, dengan demikian kapasitas keseluruhan secara optimum adalah 16 orang. Dengan jumlah ini, setiap pembicara mudah untuk didengar dan diikuti, dan suara ngobrol sesama pengunjung mudah dikontrol, selain juga semua pengunjung bisa mendapatkan kesempatan yang merata untuk menyempaikan pendapatnya.

Mengikuti sejarah pendiriannya, maka forum ini diselenggarakan tetap pada setiap hari Jumat, kecuali pada hari libur ditiadakan, dengan waktu penyelenggaraan dari pk.12.00 sampai dengan pk.14.30 maksimum, tergantung kepada hangatnya diskusi. Lengkapnya susunan acara adalah sebagai berikut:

·         Puji-pujian

·         Doa pembukaan

·         Pembawaan topik

·        Diskusi I (bila waktu makan belum sampai)

·         Makan siang, pk.13.30 - 14.00 wib

·         Diskusi II (bila masih ada bahan yang didiskusikan)

·         Doa penutup.

KONSEP VISI DAN MISI 

Warteg adalah sebuah wadah/forum perbincangan untuk memberdayakan kemampuan teologia dan sosialisasi jemaat dalam berjemaat dan berkehidupan di masyarakat dalam sinar kebenaran Kristus, sesuai dengan pesan dalam kitab Ulangan 6:7,

"Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." 

Merujuk kepada pesan di atas, maka perbincangan tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus melalui proses pengajaran terlebih dahulu, dengan demikian maka pengunjung warteg diharapkan untuk:

 

·      Aktif dalam berdoa, membaca Alkitab dan buku-buku pendukungnya.

·     Aktif mengikuti kotbah dan pengajaran yang diselenggarakan dimana-

mana

·     Aktif mengikuti pembinaan jemaat dan pengajaran firman 

Dengan bekal tersebut, maka diharapkan para pengunjung sudah siap dengan bentuk teologia pribadinya dan sudah pula menetapkan sikap dasar terhadap kehidupan berjemaat, sehingga ketika diperhadapkan dengan banyak narasumber dengan berbagai pendapat, diskusi, tidak akan menjadi bingung dan merasa disesatkan.

Jemaat yang ditumbuhkan bersama warteg diharapkan menjadi berdaya kemampuan teologia dan sosialisasi tinggi, dan akan memudahkan tugas gereja dalam mengembangkan misinya, baik sebagai potensi aktivis struktural gereja, maupun non-struktural gereja. 

Dengan peningkatan keberdayaan dan keterbukaan jemaat, maka gereja akan lebih mudah mencapai kesatuan Tubuh Kristus, seperti doa Kristus kepada Bapa (Yoh 17:23):  

"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu;  agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku." 

Hal ini dilaksanakan dengan mengundang pengunjung dan narasumber dari berbagai denominasi yang memiliki dasar Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat; dan warteg menyatakannya dengan motto:

MENUJU KEPADA KESATUAN TUBUH KRISTUS

Visi dan misi ini tidak hanya ditujukan kepada para pengunjung, tetapi juga kepada para narasumber, agar bisa diberitakan juga kepada lingkungan dimana mereka bergereja, sehingga terjadi percepatan penyebarannya; konsep ini merujuk kepada Gal 6:6:

"Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu." 

Dengan berbekal konsep ini, maka warteg menjadi salahsatu perangkat bagi gereja dalam bersaksi kepada dunia mengenai kebenaran Kristus dan keesaan Tuhan-Nya.                       

 

Disusun Juni 2000 oleh hanapi Sidhojoyo.